Sejarah Yayasan

Sejarah Yayasan

Yayasan Generasi Peduli Indonesia (YAGPIN)  dalam perjalanan memiliki sejarah yang unik dan berliku, pasang-surut dialami oleh para pengurusnya. Fenomena social yang ada disekeliling kita seperti kondisi anak-anak yatim, fakir miskin, kaum dhuafa, anak-anak terlantar, dan yang lainnya seperti bukan bagian dari tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa yang kita cintai ini. Pemerintah dalam UUD 1945 pasal 34 telah diamanahkan untuk menangani fakir miskin atau anak-anak terlantar dan sejenisnya, namun dalam kenyataannya belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkannya. Persoalan-persoalan tersebutlah yang telah menginspirasi bagi kami yang memiliki cita-cita dan harapan besar bahwa kelak anak-anak yatim, dhuafa’ serta masyarakat kurang mampu bisa diberdayakan dan hidup layak yang menjadi hak bagi semua insan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pada tahun 2012 kami mengadakan pertemuan guna membahas lebih dalam tentang rencana membangun cita-cita dan harapan besar tersebut. Kesepakatan dari pertemuan tersebut, maka didirikanlah sebuah yayasan yang diberi nama “Generasi Peduli Indonesia” tepatnya yayasan berdiri pada tanggal 27 Desember 2012 yang pendirinya sebanyak 7 orang dan menjadi pengurus yayasan tersebut.

Namun dalam perjalanannya lebih kurang 3 tahun, kegiatan yayasan belum berjalan secara optimal, ini disebabkan karena keterbatasan dana, minimnya sumber daya manusia, dan belum fokusnya pengurus dalam mengelola yayasan karena kesibukan pribadi-pribadi pengurus diluar kegiatan yayasan.

Yayasan Generasi Peduli Indonesia mempunyai program yaitu “Membangun “ Asrama Yatim” kerjasama antara yayasan dengan instansi/masyarakat setempat dengan mengadakan dan melengkapi infrastruktur pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, kemanusiaan dan keagamaan.

Selanjutnya perkembangan yayasan sampai saat ini tetap eksis dan focus pada kegiatan yayasan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan yayasan yang sudah dan sedang dilakukan saat ini adalah Santunan Rutin bulanan untuk anak yatim dan atau piatu, dhuafa, pemberdayaan kemampuan anak yatim dan binaan. Itu semua atas dukungan dari semua pihak diantaranya : Para Donatur, Organ Yayasan itu sendiri, Relawan, dan pihak-pihak terkait lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Donasi atau sumbangsih dalam bentuk materi dan non materi selalu Yayasan harapkan demi terwujudnya proyek pemberdayaan umat khususnya anak-anak yatim dan atau piatu serta masyarakat kurang mampu, yang semuanya sudah tersimpul dalam Visi dan Misi Yayasan sebagai sebuah konsep besar yang diawali dari sebuah komunitas kecil dengan segala keterbatasannya.

Pencarian dari Google