February, 2016

now browsing by month

 

Waktu Yang Tepat Untuk Minum Air Putih

minum-air-putih

Hai sobat semua, kali ini saya akan berbagi Tips Sehat Manfaat minum air putih serta saat paling tepat minum air putih, siapa coba yang gak pernah minum air putih. Tapi taukah sobat, ada waktu waktu yang paling tepat minum air putih, supaya badan tetap fit dan fresh

Inilah Waktu Yang Tepat Untuk Minum Air Putih :

  1. Saat Bangun Tidur

Minumlah segelas atau 2 gelas air putih saat skita baru bangun tidur, karena ini bermanfaat untuk membantu organ-organ dalam/ internal agar lebih aktif.

  1. Setelah Mandi

Minum segelas air putih setelah mandi fungsinya untuk menurunkan tekanan darah.

  1. Setengah Jam Sebelum Makan

Minumlah 2 gelas air putih setengah jam sebelum makan ini sangat bermanfaat untuk membantu pencernaan dan ginjal kita

  1. Sebelum Tidur

Minumlah segelas air putih sebelum tidur bermanfaat ini untuk mengurangi resiko stroke dan serangan jantung pada tengah malam. Coba bayanging kalo kena Stroke atau serangan jantung pas malem2, kan berabe, cuma gara2 jarang minum air putih.

  1. Setengah Jam Setelah Makan

Minum segelas air putih 20-30 menit setelah makan untuk membantu proses pencernaan. Jika kita pas setelah makan ingin minum, maka cukup 1-2 teguk dulu sebagai penghilang haus. Tapi minumlah yang cukup kira-kira 20-30 menit setelah makan.

Nah itu tadi Tips dan waktu terbaik minum air putih agar tubuh tetap sehat dan fresh, sebagai tambahan nih, Air putih yang paling bagus digunakan adalah AIR KENDI (air dalam wadah air minum dari tanah liat, itu lho) yang diembunkan dengan cara diletakkan semalaman di area terbuka., tapi kalau adanya air putih biasa ya gapapa juga sih.

Selalu Bersyukur Adalah Kunci Hidup Bahagia

images (4)Jika kamu bersyukur, niscaya akan Kutambah nikmat-Ku padamu, tapi jika kamu lupa akan nikmat-Ku, ingatlah akan azab-Ku yang pedih.” (Qs. Ibrâhîm: 7).
Bersyukur, sebuah kata sederhana yang makna dan dampaknya sangat luar biasa.

Bersyukur, tampak seperti sebuah petuah lama yang tak akan lekang oleh zaman, tergerus oleh ombak dinamika peradaban, tetap saja bersyukur tak akan punah.
bersyukur tidak hanya sesuatu yang wajib dilakukan oleh kita yang memiliki iman, tetapi bersyukur adalah juga alat pembuka rejeki dan nikmat yang lebih banyak lagi.

Syukur dan rasa terima kasih kita kepada Tuhan yang telah menganugerahi kita kehidupan ini membantu kita menikmati dan menerima kesuksesan hidup yang selama ini kita cari.
Bersyukur adalah sebuah rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas sebuah pemberian dari yang Maha Kuasa, entah bagaimanapun bentuk dan rupa pemberian tersebut.

Syukur mencakup tiga sisi:
a. Syukur dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah.
Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut.

b. Syukur dengan lidah, dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya.
Syukur dengan lidah adalah mengakui dengan ucapan bahwa sumber nikmat adalah Allah sambil memuji-Nya. Al-Quran, seperti telah dikemukakan di atas, mengajarkan agar pujian kepada Allah disampaikan dengan redaksi “al-hamdulillah.” Hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang dipuji, walaupun ia tidak memberi apa pun baik kepada si pemuji maupun kepada yang lain.

Kata “al” pada “al-hamdulillah” oleh pakar-pakar bahasa disebut al lil-istighraq, yakni mengandung arti “keseluruhan”. Sehingga kata “al-hamdu” yang ditujukan kepada Allah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima segala pujian adalah Allah Swt., bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya.

c. Syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.
Nabi Daud a.s. beserta putranya Nabi Sulaiman a.s. memperoleh aneka nikmat yang tiada taranya. Kepada mereka sekeluarga Allah berpesan,
“Bekerjalah wahai keluarga Daud sebagai tanda syukur!” (QS. Saba [34]: 13).
Yang dimaksud dengan bekerja adalah menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai dengan tujuan penciptaan atau penganugerahannya.

Bersyukur adalah sebuah perbuatan yang patut untuk kita lakukan, karena di dalam rasa bersyukur, kita menghargai dan menghormati Kebesaran Tuhan yang sudah diberikan pada masing-masing kita semua.
Bersyukur tidak mudah untuk dilakukan, karena penilaian yang bisa diberikan bukan dari perbuatan dan perkataan kita saja, tapi Tuhan bisa melihat dalam Hati Kita yang sesungguhnya.
Segala cobaan hidup yang terus mengguncang keadaan kita, membuat kita tidak bisa memberikan rasa syukur yang sepenuhnya.

Pencarian dari Google

Hidup Akan Semakin Berkah Dengan Bersedekah

hqdefault (213 x 160)Beberapa waktu malam kemarin saya menonton acara di salah satu televisi swasta dimana host-nya adalah Ustadz Yusuf Mansur. seperti yang kita kenal selama ini adalah beliau yang selalu intens mengingatkan tentang Keajaiban dan Kedahsyatan bersedekah.

Di dalam acara tersebut Ustadz Yusuf Mansur menampilkan artis yang sudah mengalami dan merasakan sendiri tentang keajaiban dan kedahsyatan sedekah.

Opick menyedekahkan uang sebesar 800 juta, dan Allah menambahkan lagi keberkahan yang berlebih dalam rezeki Opick, sehingga Opick bisa lebih banyak lagi untuk bersedekah terhadap fakir miskin. Apakah semua itu faktor kebetulan saja ?

Allah SWT berfirman : “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (Al Baqarah : 245 )

Firman Allh SWT : “Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( Al Baqarah : 261 ).

Sedekah merupakan investasi dunia dan investasi akhirat. Dimana Allah akan segera memberikan balasannya tidak hanya pada saat di dunia tetapi juga di akhirat. Dan sedekah bersifat segera, jangan menunda-nunda untuk bersedekah. Sedekah tidak perlu menunggu kaya, justru dengan sedekah hidup semakin berkah dan berlimpah.

Sabda Rasulullah SAW : “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.

Sabda Rosulullah SAW : “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”(HR. Al Tirmidzi)

Dari firman Allah dan Hadist Rasulullah diatas masih adakah keraguan dan kesangsian untuk bersedekah ?

Mengingat banyak manfaat dari sedekah ini, pengarang kitab Tanbihul Ghafilin, Imam Samarqandy mengatakan: “Biasakan diri anda untuk terus bersedekah, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Karena, dalam sedekah itu ada sepuluh manfaat; lima akan diberikan di dunia, dan lima lagi akan diberikan di akhirat kelak.

Adapun lima manfaat yang akan diberikan di dunia adalah: Dapat mensucikan harta,mensucikan badan dari perbuatan dosa, dapat menolak beragam bencana dan penyakit, memberikan kebahagiaan kepada orang miskin dan tidak ada perbuatan paling mulia selain memberikan kebahagiaan kepada sesama muslim, serta harta kekayaan akan lebih berkah, juga rizki akan lebih melimpah.

Adapun lima manfaat yang akan diperoleh kelak di akhirat adalah: sedekah akan menjadi pelindung dari teriknya sengatan matahari kelak, akan memperberat timbangan kebaikan, dapat membantu melewati shirat (jembatan akhirat), dapat menambah ketinggian derajat di surga kelak dan akan memperoleh ridha dari Allah.

Jangan sampai kita menyesal sebagaimana firman Allah: “Dan sedekahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al-Munafiqun: 10).

Dengan gemar bersedekah, hidup kita semakin berkah.

Pencarian dari Google